Cara Menanam Anggrek Dalam Botol : Lengkap, Praktis Dan gampang

 tips cara menanam anggrek

Oke sahabat kali ini saya akan kasih tahu cara menanam anggrek

Menanam Anggrek Dalam Botol sedang menjadi piral di kalangan pembudidaya bunga orchid ini. Tak lain adalah karena kemudahan kontrol dan tingkat keberhasilan yang cukup tinggi.

Salah satu bunga yang paling banyak disukai kaum perempuan adalah bunga anggrek. Bentuk dan warna bunga anggrek sangat memukau dan cantik. Biasanya, bunga anggrek ditanam sebagai hiasan di halaman rumah atau pagar rumah.



Ada berbagai macam cara menanam bunga anggrek, di antaranya menanam dalam botol. Harga bibit anggrek botol sekitar Rp25.000-Rp30.000 per-botol. Anda bisa mendapatkannya di kios pertanian terdekat.

Supaya bunga anggrek dalam botol dapat tumbuh maksimal, Anda perlu memilih bibit yang baik. Ciri-ciri bibit yang baik yakni, daunnya subur, berbunga lebat, batangnya kuat dan terlihat segar.

Artikel ini terbagi menjadi 5 bagian. Anda bisa memilih salah satu atau (saya sarankan) membaca semuanya.

1.menstarilkan dulu sebelum memanen anggrek

2.mulai menyamai benih

3.membuat media tanam

4.memindahkan bibit anggrek ke media tanam

5.cara merawat bunga anggrek

Bagaimana proses budidaya anggrek dalam botol, ikuti langkah-langkah berikut ini. 

Sterilkan Dulu Sebelum Menanam

Sudah mendapatkan bibit anggrek yang bagus dan lucu? Sekarang, lakukan sterilisasi pada bibit anggrek yang akan disebarkan dalam botol lainnya. Untuk bahan-bahan sterilisasi, siapkanlah air kaporit dengan perbandingan setiap 10 gram kaporit dilarutkan dalam air 100 cc, aquades, kertas filter dan spirtus.

Pertama, saringlah air kaporit tadi menggunakan kertas filter. Lalu, masukan air kaporit dan biji anggrek ke dalam botol. Kocoklah botol hingga warna larutan di dalamnya berubah menjadi warna kuning kehijauan. Lakukan selama kurang lebih 10 menit.

Setelah itu, buang air kaporit dan tuangkan aquades. Kocok lagi seperti sebelumnya sampai 2-3 kali. Kemudian, panaskan leher botol di atas spirtus. Tujuan pemanasan agar kuman dan bakteri yang merugikan dapat hilang.

Berikutnya, siapkan botol untuk wadah penanaman. Terlebih dahulu, sterilkan botol dengan cara memanaskan di atas spirtus. Kalau sudah cukup, masukan biji anggrek dengan memakai pipet ke dalam botol. Panaskan ulang sebentar saja. Jangan lupa tutup botol yang berisi anggrek.

Mulai Menyemai Benih

Proses sterilisasi sudah selesai, sekarang saatnya menyemai (menam benih) benih. Sebelum disemai, perhatikan dulu isi bijinya. Kalau isinya kosong, berarti anggreknya berwarna putih. Sebaliknya, jika ada isinya, warnanya akan beragam. Mungkin kuning, merah, coklat dan lain-lain.

Botol untuk menyemai benih sebaiknya pilih yang berukuran lebar dan tidak berwarna. Mengapa harus yang tidak berwarna? Karena dengan botol tidak berwarna, Anda akan mudah mengontrol perkembangan bibit anggrek. Selain itu, matahari akan mudah masuk ke dalam botol sehingga mendukung pertumbuhan bibit.

Baca Juga:Cara Berumah Tangga Yang Baik

Masukkan bibit anggrek ke dalam botol.

Setelah semua bibit anggrek masuk, tutuplah dulu botol dengan menggunakan kapas. Tutup serapat mungkin sampai keras. Kalau perlu, diikat memakai tali apa ajah agar kencang dan gampang melepasnya kembali

Selanjutnya, Anda siapkan lemari kaca yang steril. Lakukan sterilisasi dengan cara menyemprotkan alkhohol ke dalamnya. Lalu, sisipkan tablet formalin di dalam lemari untuk menghindarkan kontaminasi bakteri merugikan. Kalau sudah siap semuanya, rapikan botol-botol berisi anggrek ke lemari atau tmpat ter tutup.

Membuat Media Tanam

Media tanam anggrek dapat Anda beli di kios pertanian. Jika Anda mampu, sebaiknya buat sendiri saja. Bahan-bahan untuk media tanam yaitu, Ca (NO3) 2H2O 1 gram, MgSD47H2D 0,25 gram, KH2PO4 0,25 gram, (NH4) 2SO4 0,25 gram, FeSO4 4 H2O 0,25 gram, saccharose 20 gram, MnSO4 0,0075 gram, aquades 1000 cc dan agar-agar 15-17,5 gram. Penggunaan bahan-bahan tersebut menggunakan resep Khudson C (NORTHEN) 12.

Nantinya media tanam tersebut akan dipakai saat anggrek botol dipindahkan ke dalam pot. Memang sedikit ribet, tapi kerepotan Anda akan terobati ketika anggrek sudah tumbuh.

Memindahkan Bibit Anggrek ke Media Tanam

Anggrek yang telah disemai, dibiarkan beberapa waktu lalu dipindahkan ke dalam pot. Anggrek dipindahkan ketika sudah mulai berkembang dan keluar akar-akarnya yang bagus.
 
Sebelum memindahkan anggrek, buatlah lubang pada pot. Setelah itu, siapkan media tanamnya seperti yang dapat di sukai dengan tanaman. Media tanam terdiri dari akar pakis berwarna coklat dan pecahan genting. Cucilah akar pakis sampai bersih dan keringkan hingga airnya hilang.
Lalu, siapkan campuran media tanam berupa urea 0,50 gram, TS 0,25 gram, kalium sulfat 0,25 gram dan air 1000 cc. Jika semua telah tersedia, campurkan bahan-bahan tersebut dengan akar pakis dan rendamlah selama kurang lebih 24 jam.
Setelah 24 jam, media tanam sudah bisa dipakai. Letakanlah pecahan genting, akar pakis dan campurannya ke dasar pot. Bunga anggrek siap dipindahkan ke dalam pot.

Cara Merawat Bunga Anggrek

Banyak orang yang mengeluhkan sulitnya memelihara bunga anggrek. Ada yang tidak berbunga, ada yang kering bahkan mati. Menurut sebagian orang, menanam anggrek memang mudah tapi merawatnya butuh keahlian khusus.
Menempatkan anggrek di ruangan atau tempat yang tidak terkena matahari langsung.
Anda bebas memilih di mana saja asalkan sinar matahari tidak langsung terpapar. Misalnya, di dalam ruangan rumah kaca, di bawah pohon dan masih banyak lagi. Kenapa sih anggrek harus ditempatkan di tempat yang tidak terpapar matahari langsung?

Begini, cahaya merupakan salah faktor yang turut berperan ketika bunga anggrek melakukan proses fotosintesis. Proses fotosintesis ini bermanfaat untuk memacu pertumbuhan dan perkembagnan bunga. Memang setiap jenis anggrek memiliki kebutuhan cahaya yang berbeda-beda. Akan tetapi, pada dasarnya anggrek tidak bisa ditempatkan pada tempat dengan paparan cahaya matahari langsung.

Jika cahaya matahari yang diberikan terlalu berlebihan, bunga anggrek akan mudah layu. Yang lebih parah lagi, sel daun anggrek akan rusak dan warnanya berubah menjadi kuning. Warna kuning ini disebabkan karena terbakar. Dampak lainnya yaitu, tanaman akan cepat tumbuh dewasa dan lebih cepat berhenti tumbuh.
Membeli lampu dalam ruangan sedang ajah.
Ini trik yang dapat Anda lakukan jika menempatkan anggrek di dalam rumah. Tujuannya supaya anggrek tidak kekurangan cahaya untuk tumbuh.

Anggrek yang kekurangan cahaya akan menjadi kurus. Selain itu, pertumbuhannya akan terhambat, berdaun panjang, terlihat lemas, layu dan warnanya hijau tua sehingga tak nampak indah di mata. Efek paling fatal adalah tidak dapat berbunga atau kualitas bunganya tidak baik.

Menjaga kelembapan tanaman anggrek.

Uap air yang berada di udara ini dipengaruhi oleh suhu udara. Kelembapan nisbi merupakan pengukur tingkat kelembapan yang ditulis dalam satuan persen.
Saat udara panas, uap air yang disimpan akan lebih banyak, sehingga persentase uap air akan turun jika suhunya naik. Nah, kalau kelembapannya berlebihan, bakteri dan cendawan penyebab penyakit akan mudah berkembang. Umumnya, bunga anggrek menyukai kelembapan 40-80%. Jadi, sirkulasi udaranya juga harus lancar agar tidak terlalu lembap. Solusinya, Anda bisa memasangkan kipas angin untuk mengurangi kelembapan udara.
Menanam anggrek ke dalam pot yang berukuran lebih kecil.
Akar tanaman anggrek terbilang halus sehingga perlu pot yang lebih kecil. Tujuannya supaya lebih mudah berkembang.

Melakukan pemupukan.

Anda bisa menggunakan jenis pupuk dengan kandungan nitrogen, phosphor dan potassium. Di pasaran, pupuk ini dikenal dengan nama NPK. Perhatikan unsur NPK dalam label pupuk. Upayakan kandungan nitrogennya lebih banyak untuk di gunakan.

Selamat mencoba dan semoga bermanpaat!

0 Response to "Cara Menanam Anggrek Dalam Botol : Lengkap, Praktis Dan gampang"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel